You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
tumpukan sampah tersebut juga menghambat angkutan umum yang akan keluar masuk terminal.
photo Doc - Beritajakarta.id

Tumpukan Sampah Hambat Angkot Masuk Terminal

Para sopir angkutan umum mengeluhkan tumpukan sampah yang berada di sepanjang jalan menuju pintu masuk Terminal Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Selain menebarkan aroma tidak sedap, tumpukan sampah itu juga membuat angkutan umum harus antre untuk masuk terminal.

Karena tumpukan sampah itu kita harus antre masuk terminal

Pantauan beritajakarta.com, tumpukan sampah yang mayoritas jenis sampah sayuran dan buah-buahan itu memakan hingga separuh badan jalan. Tumpukan sampah paling banyak terlihat di samping kantor PD Pasar Jaya Area Pasar Minggu.

Dua Ton Sampah Diangkut dari Pasar Minggu

"Padahal penumpang paling banyak pagi-pagi. Karena tumpukan sampah itu kita harus antre masuk terminal," kata Syarif (42), salah satu sopir angkutan umum S11 (Lebak Bulus-Pasar Minggu), Rabu (12/11).

Akibatnya, kata Syarif, kalau pagi hari banyak angkutan umum yang enggan masuk terminal dan memilih berputar arah sebelum mendekati jalan menuju terminal. "Kalau tidak ada petugas, ya putar di dekat kelurahan saja balik arah. Karena kalau nekat masuk juga, memakan waktu sekali," keluhnya.

Terkait tumpukan sampah ini, Kepala Suku Dinas Kebersihan Jakarta Selatan, Zaenal Syarifudin mengatakan, Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Pasar Minggu dapat menampung sampah hingga 16 ton per harinya. Sampah yang mayoritas jenis organik itu setiap hari rutin dibuang ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang di Kota Bekasi.  

"Sampah itu semuanya hasil jualan pedagang kaki lima (PKL) di malam hari yang kebanyakan pedagang sayur, buah, dan bumbu dapur. Sayangnya pedagang masih belum mau langsung buang ke TPS, sehingga malah mengganggu angkot," ujar Zaenal.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan, Arifin Hamonangan menegaskan, pihaknya akan menindak angkutan umum yang melanggar aturan. Apalagi angkutan umum yang ngetem sembarangan.

"Semuanya akan kita tertibkan. Karena mereka terbukti melanggar Perda Nomor 8 tahun 2007 tentang Ketertiban Umum," tegas Arifin.

Arifin mengungkapkan, pihaknya akan bekerjasama dengan Suku Dinas Kebersihan dan Satpol PP untuk menertibkan PKL agar bisa keluar area relokasi di belakang terminal dan Jalan Buntu, seperti yang disepakati yakni pukul 05.00. Sehingga petugas kebersihan dapat segera membersihkan bekas lapak PKL agar masalah sampah tidak kembali mengganggu.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye4842 personNurito
  2. Personel Gabungan Kembalikan Fungsi Trotoar dan Saluran di Jalan Sungai Bambu

    access_time21-10-2026 remove_red_eye2980 personAnita Karyati
  3. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1779 personBudhi Firmansyah Surapati
  4. Antisipasi Cuaca Panas, Pemprov DKI Siapkan OMC Jelang JRF dan Konser Kanye West

    access_time21-10-2026 remove_red_eye1768 personDessy Suciati
  5. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1739 personNurito